Programmes & Courses / MM-CSR / Regular Seminar / 05

CSR dan Hak Asasi Manusia / 05

Thursday, 28 April 2016

Seminar Reguler yang digelar Program MM-CSR Universitas Trisakti pada 28 April 2016 di Menara Batavia, Jakarta, mendatangkan Radu Mares, seorang pembicara internasional dari Swedia. Ia seorang doktor di bidang hukum dari Fakultas Hukum Universitas Lund, Swedia. Saat ini Mares bekerja sebagai peneliti senior di Raoul Wallenberg Institute of Human Rights, Swedia, dengan spesialisasi di bidang bisnis dan hak asasi manusia (HAM). Mares telah melakukan penelitian-penelitian di bidang CSR dan hak asasi manusia dalam konteks UN Guiding Principles.

Menurut Mares, sejak tahun 1970-an PBB telah memperhatikan perilaku perusahaan multinasional dari negara maju yang beroperasi di negara-negara berkembang. Perusahaan multinasional ini memiliki pengaruh yang sangat kuat di negara-negara berkembang, termasuk dalam kaitannya dengan pelanggaran HAM.

Selama bertahun-tahun kemudian PBB berusaha meregulasi hal-hal yang bekaitan dengan HAM, namun belum menunjukkan kemajuan berarti. “Baru pada tahun 2011 negara-negara anggota PBB bersedia menerima instrumen The UN Guiding Principles on Business and Human Rights,” papar Mares.

The UN Guiding Principles on Business and Human Rights (UNGPs) merupakan pedoman global untuk mencegah dan menangani risiko dampak buruk terhadap HAM terkait aktivitas bisnis. UNGPs ini mencakup tiga pilar utama yang menggaris bawahi bagaimana negara dan pelaku bisnis seharusnya menerapkan HAM.

Pada intinya UNGPs menyatakan bahwa melindungi HAM adalah tugas negara, menghormati HAM adalah tanggung jawab perusahaan, dan perlunya akses bagi korban pelanggaran HAM terkait bisnis untuk mendapatkan perlakuan yang baik. UNGPs saat ini telah mendapat dukungan dari berbagai negara, organisasi masyarakat sipil dan sektor swasta.

Pilar pertama dari UNGPs yang menyebutkan bahwa melindungi HAM adalah tugas negara, seakan menegaskan kembali kewajiban negara dalam hukum HAM internasional seperti yang tercantum dalam Deklarasi Universal HAM tahun 1948. Negara dapat menjalankan tugas ini melalui kebijakan, peraturan dan penegakan hukum

Sedangkan tanggung jawab perusahaan untuk menghormati HAM menunjukkan bahwa perilaku bisnis tidak boleh melanggar HAM dan harus menyelesaikan dampak negatif yang ditimbulkannya. Ini merupakan pilar kedua.

Sementara itu pilar ketiga mengenai akses bagi korban pelanggaran HAM untuk mendapatkan perlakuan yang baik. Akses ini harus disediakan oleh negara, misalnya dalam bentuk peraturan dan peradilan. Di sisi lain, perusahaan berkewajiban mencegah terjadinya pelanggaran HAM oleh perusahaan.

“HAM seluruh masyarakat dapat terdampak oleh operasional bisnis. Karena itu UNGPs ini merupakan dokumen yang sangat penting, dan perusahaan-perusahaan sekarang menanggapi secara positif guiding principles ini,” tegas Mares.

 How Social Entrepreneurs make Money How Social Entrepreneurs make Money / 01

Leon Reiner, Founder & Managing Director dari Impact Hub Berlin, Jerman, hadir sebagai pembicara dalam Seminar Reguler yang diselenggarakan MMCSR Usakti dengan tema " How Social Entrepreneurs make Money", pada tanggal 23 Agustus 2017.

Read More
Investasi Sosial yang InovatifInvestasi Sosial yang Inovatif / 02

Agak berbeda dengan sebelumnya, seminar reguler yang digelar MM-CSR Universitas Trisakti di Menara Batavia, Jakarta, pada 3 Desember 2016 ini membahas materi tentang investasi sosial yang inovatif berkaitan dengan pengungsi dan pencari suaka politik. Paparan ini disampaikan oleh Nikola Borosch M. A dari University of Muenster, Jerman.

Read More
Manfaatkan Big DataManfaatkan Big Data / 03

Program MM-CSR Universitas Trisakti menampilkan Francesco Mazzeo Rinaldi dari University of Catania, Italia, pada seminar reguler yang digelar 21 September 2016 di Kampus MM-CSR Universitas Trisakti, Menara Batavia, Jakarta. Francesco adalah ahli di bidang sociobiology, qualitative social research dan quantitative social research.

Read More
Design Thinking for Social InnovationDesign Thinking for Social Innovation / 04

Program MM-CSR Universitas Trisakti kembali menggelar seminar reguler bertempat di Menara Batavia, Jakarta, pada 26 Agustus 2016. Kali Ini Bertema Design Thinking For Social Innovation dengan pembicara Anna Laesser, Co-Founder of Impact Hub Berlin, Jerman.

Read More
LEADERSHIP IN CRISISLEADERSHIP IN CRISIS / 06

Pada Seminar Reguler 13 April 2016 Program MM-CSR Universitas Trisakti mendatangkan Elia Massa Manik, SEVP (Senior Executive Vice President) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dalam seminar bertema “Leadership in Crisis". Tema yang sangat tepat untuk seminar reguler kali ini. Maklum, Elia Massa Manik telah berpengalaman memimpin banyak perusahaan dalam melewati masa krisis dan membawa perusahaan tersebut menjadi perusahaan besar dan tangguh.

Read More
Berkolaborasi untuk KeberlanjutanBerkolaborasi untuk Keberlanjutan / 07

Pada tahun 2016 ini dunia menghadapi berbagai risiko yang jika tidak tertangani dengan baik dapat menjadi ancaman secara global. Mulai dari risiko kegagalan dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, ketidakmampuan menanggulangi krisis air, meningkatnya kerusakan sumber daya alam, berubahnya harga energi secara tiba-tiba, bertambahnya perlombaan sejata, hingga risiko meluasnya konflik regional.

Read More
CSR UNTUK MENCEGAH KORUPSICSR UNTUK MENCEGAH KORUPSI / 08

Suasana Seminar Reguler yang digelar Program MM-CSR Universitas Trisakti malam itu agak berbeda dari sebelumnya. Maklum, tema yang dipilih cukup “panas” untuk saat ini, yakni masalah korupsi. Pembicara pada seminar yang digelar 30 Maret 2016 ini adalah Yuyuk Andriati Iskak, akrab disapa dengan nama Yeye, Pelaksana Harian Kepala Biro Humas Komite Pemberantasan Korupsi (KPK). Sedangkan materi yang dipilih Yeye bertema."Anti Corruption as Part of CSR".

Read More
BERSAMA MEMBANTU SESAMABERSAMA MEMBANTU SESAMA / 09

Istilah crowdfunding di Indonesia baru dikenal beberapa tahun belakangan ini. Walaupun sudah mulai dipraktikan, bagi banyak orang istilah ini mungkin masih sangat asing.

Read More
Sukses CSR Pertamina EP Sukses CSR Pertamina EP / 10

Program MM-CSR Universitas Trisakti kembali menggelar Seminar Reguler CSR di Kampus Menara Batavia, Jakarta, pada 3 Juni 2015. Tampil sebagai pembicara utama pada seminar yang merupakan sharing pengalaman dalam menjalankan CSR ini adalah Public Relation Manager PT Pertamina EP Muhammad Baron, dan Asisstant Manager Field Lirik PT Pertamina EP Ahmad Jabbar. Lebih dari 30 mahasiswa MM-CSR hadir pada seminar ini.

Read More