Pesan dari Pendiri

Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) adalah sarana bagi segala jenis organisasi untuk berkontribusi kepada pembangunan berkelanjutan. Seluruh aktivitas atau kegiatan CSR harus mencapai suatu tujuan akhir, yaitu: keberlanjutan (Sustainability).

Melakukan CSR yang efektif, berarti melakukan SMART (Specific, Measurable, Attainable, Realistic, and Time-Bound) yang berbasis pada ISO 26000.

CSR merupakan strategi investasi yang akan memberikan manfaat dalam bentuk: ijin sosial untuk beroperasi (social license to operate), peningkatan reputasi perusahaan, pengurangan interupsi dalam bisnis, dan peningkatan harga saham yang lebih tinggi.

Untuk memperoleh manfaat tersebut dengan CSR yang efektif, seluruh organisasi (company, non-profit organization, etc) perlu memahami hal berikut ini:

Smart Chart

Melalui kurikulum di MM-CSR Universitas Trisakti, mahasiswa akan memperoleh seluruh pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Organisasi kami bertujuan untuk berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dengan konsep kurikulum “Trial and Improve” dengan menyediakan studi kasus yang nyata, permainan “Pohon Berkelanjutan (Sustainability Tree)”, kunjungan ke lapangan, seminar reguler, dan klinik CSR.

Kewirausahaan Komunitas (Community Entrepreneurship) merupakan cabang pengetahuan yang berasal dari Kewirausahaan Sosial. Bagi kami, Kewirausahaan Sosial adalah bentuk kewirausahaan yang mengubah isu sosial menjadi peluang bisnis. Kewirausahaan Komunitas adalah Kewirausahaan Sosial yang dimiliki oleh komunitas.

Sangat penting untuk mendukung kepemilikan komunitas lokal yang dapat memungkinkan sebuah masyarakat/komunitas menjadi pemilik bisnis mereka sendiri, sehingga mereka dapat menyelesaikan masalah sosial yang sedang dihadapi saat itu. Dengan adanya kewirausahaan komunitas, dapat meningkatnya pula martabat sebuah komunitas dan rasa kepemilikan atas kewirausahaan tersebut. Hal itu menghasilkan dampak yang baik bagi kegiatan bisnis yang berkelanjutan.

MM-CE merupakan salah satu program yang memiliki spesialisasi dalam Kewirausahaan Komunitas, yang sangat bermanfaat bagi kedua sektor; sektor swasta: perusahaan dan Small Medium Enterprises (SMEs), dan sektor ketiga: non-government/non-profit organisations (NGOs/NPOs). Sektor swasta akan memahami bagaimana menentukan “Exit Strategy” bagi program CSR mereka dengan mempersiapkan para komunitas untuk memiliki bisnis melalui Kewirausahaan Komunitas. SMEs dapat mengubah bisnis yang sudah ada, menjadi bisnis/kewirausahaan yang dapat menyelesaikan masalah sosial. Sektor ketiga, yaitu: NGOs ataupun NPOs, juga dapat mengubah organisasinya menjadi organisasi yang dapat menghasilkan pendapatan dan masih tetap berdedikasi pada misi awal mereka, yaitu: menyelesaikan masalah sosial yang ada.

Melalui MM-CE, kami mempersiapkan mahasiswa agar dapat memahami hal berikut ini:

  • Meningkatkan empati mereka untuk lebih peduli terhadap isu sosial
  • Mengidentifikasi masalah utama dalam masyarakat, yang dapat berupa isu sosial, ekonomi, ataupun lingkungan
  • Mendesain dan mengembangkan inovasi sosial
  • Mengembangkan rencana bisnis kewirausahaan sosial
  • Membentuk dan menjaga Kewirausahaan Komunitas

Tujuan utama kami dalam membentuk MM-CE adalah untuk menjadi sarana yang menghubungkan antara sektor swasta dengan para wirausaha sosial (social entrepreneur) dan juga mempersiapkan para wirausaha sosial agar dapat menyelesaikan isu sosial dalam kerjasamanya yang terjalin dengan sektor swasta

Manajemen Resiko untuk Kewirausahaan (ERM) dapat dipandang sebagai payung dari kedua program CSR dan Kewirausahaan Komunitas. Hal tersebut dapat menjadi kunci utama untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan dan menentukan aktivitas/kegiatan CSR yang harus dilakukan.

Subjek elektif yang terkait dengan ERM tersebut, dibuat agar dapat mempermudah mahasiswa dalam memahami hal-hal berikut:

  • Melakukan penilaian terhadap resiko, agar dapat mendukung sebuah projek/program CSR
  • Menghubungkan resiko dan kepatuhan dengan konsep, teori, dan praktik dalam bisnis dan CSR
  • Mendesain kerangka resiko dalam CSR dengan menerapkan 5 kunci komponen yang dideskripsikan dalam ISO 31000 berdasarkan studi kasus yang diperoleh dalam tempat kerja

Setelah lulus dari subjek tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi dan mengurangi segala resiko untuk mempertahankan kegiatan/aktivitas bisnis mereka melalui penciptaan dampak berkelanjutan bagi komunitas/masyarakat setempat.

Maria R. Nindita Radyati, Ph.D, Dipl.Cons

Ketua Program MM-CSR | MM-CE Universitas Trisakti

Sekilas Tentang Kami

CECT (Center for Entrepreneurship, Change and Third Sector), adalah sebuah pusat studi dibawah Universitas Trisakti, CECT mendapat dana hibah dari Ford Foundation pada tahun 2007, atas programnya yang berjudul “Business for Social Responsibility”. Salah satu kegiatan dari program tersebut, adalah mendesain kurikulum dan membentuk program Master Degree dengan spesialisasi CSR.

We Educate New Generations to Become Leaders in Sustainability

Maria R. Nindita Radyati, Ph.D

Maria R. Nindita Radyati, Ph.D adalah direktur eksekutif di CECT Universitas Trisakti, dan ketua program di MM-CSR | MM-CE Universitas Trisakti. MM-CSR | MM-CE terbentuk atas adanya pemberian dana hibah dari Ford Foundation melalui proyek yang dikelola oleh CECT, yaitu "Business for Social Responsibility" pada tahun 2007-2010.

Maria R. Nindita Radyati, Ph.D

Maria R. Nindita Radyati, Ph.D adalah direktur eksekutif di CECT Universitas Trisakti, dan ketua program di MM-CSR | MM-CE Universitas Trisakti. MM-CSR | MM-CE terbentuk atas adanya pemberian dana hibah dari Ford Foundation melalui proyek yang dikelola oleh CECT, yaitu "Business for Social Responsibility" pada tahun 2007-2010.

MM-CSR dan MM-CE Universitas Trisakti adalah bagian dari program Pascasarjana Universitas Trisakti. Program kami memperoleh akreditasi A dari kementerian pendidikan.

  • Centre for Social Responsibility in Mining (CSRM) adalah lembaga penelitian terkemuka yang merupakan bagian dari Sustainable Minerals Institute (SMI) di University of Queensland, Australia. Fokus aktivitas CSRM meliputi penelitian di bidang sosial, ekonomi dan politik yang berkaitan dengan pengembangan industri mineral.

    Dalam menjalankan aktivitasnya, CSRM bekerja sama dengan perusahaan, masyarakat dan pemerintah di area pertambangan di berbagai wilayah. SMI sendiri adalah lembaga penelitian yang didedikasikan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan solusi keberlanjutan di industri mineral.

    CECT (think-tank Program MM-CSR) Universitas Trisakti menjalin kerja sama dengan CSRM berdasarkan letter of intent yang telah disepakati kedua belah pihak. Kerja sama CECT dan CSRM meliputi beragam aktivitas, diantaranya penyusunan kurikulum, pendidikan program eksekutif sektor industri ekstraktif, regular workshop, penelitian bersama dan beberapa kegiatan lainnya.

  • The University of Northampton merupakan salah satu universitas terkemuka di Inggris yang memiliki beragam program tingkat sarjana dan pascasarjana. Pada tahun 2012 universitas ini diakui sebagai "England's No. 1 University for Employability" dan mempunyai target menjadi universitas paling terkemuka di Inggris di bidang social enterprise sebelum 2015.

    CECT Universitas Trisakti (think-tank Program MM-CSR) menjalin kerja sama dengan University of Northampton dalam beberapa bidang, yaitu pertukaran mahasiswa dan staff, penelitian bersama serta pengembangan program magister manajemen dengan konsentrasi social enterprise.

    Kerja sama ini merupakan langkah Universitas Trisakti untuk lebih mengembangkan kewirausahaan sosial di Indonesia. Saat ini, Universitas Trisakti memiliki program Magister Manajemen di bidang social enterprise yang dinamakan Program MM-CE (Magister Manajemen Community Entrepreneurship). CECT juga merupakan think-tank dari Program MM-CE.

  • University of Texas at Austin merupakan salah satu universitas tertua di Amerika Serikat. didirikan tahun 1883, universitas ini kini masuk dalam jajaran universitas terkemuka dan terluas dengan 17 fakultas (college/school) dan lebih dari 50.000 mahasiswa.

    Universitas yang mempunyai misi mencapai keunggulan dalam bidang pendidikan sarjana, pascasarjana, penelitian dan pelayanan publik ini dikenal dengan berbagai research center-nya. Diantaranya adalah Marine Science Institute yang merupakan pusat penelitian di bidang kelautan, dan McDonald Observatory yang menjadi pusat penelitian dan pengajaran astronomi.

    Kerja sama antara CECT/Program MM-CSR Universitas Trisakti, University of Texas dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia terjalin dalam “Program iLearn@america: Innovation Readiness Series with the University of Texas” dengan tema entrepreneurship. Program ini berbentuk seri pelatihan kewirausahaan sebanyak 8 sesi selama 8 minggu.

    Pada pelaksanaan tahun 2012, program ini diikuti sekitar 150 mahasiswa dari beragam universitas di Jakarta. Mereka mendapat beragam materi entrepreneurship, diantaranya meliputi inovasi dan manfaatnya, proses pengembangan, kompetisi, validasi pasar dan hal-hal penting dalam presentasi. Tak ketinggalan, pelatihan ini juga akan dilengkapi dengan beberapa contoh sepak terjang entrepreneur muda dalam konteks Indonesia.

    Di akhir seri pelatihan diadakan lomba proposal terbaik. Peserta yang proposalnya lolos seleksi dipersilakan mempresentasikan rencana bisnisnya dihadapan juri dan peserta lain. Berdasarkan penilaian pada presentasi ini maka diperolah 3 pemenang yang berhak mendapatkan award dengan total nilai Rp20 juta.

  • Berdiri sejak 1968, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) merupakan salah satu fakultas incaran para lulusan SMA di Indonesia. Saat ini jumlah mahasiswa yang menimba ilmu di FISIP UI sekitar 6.500 orang.

    FISIP UI memiliki 35 program studi dengan 52 program yang tergabung dalam 8 departemen. Masing-masing departemen memiliki fokus ilmu tertentu. Kedelapan departemen tersebut adalah: Departemen Ilmu Komunikasi, Departemen Ilmu Politik, Departemen Ilmu Administrasi, Departemen Kriminologi, Departemen Sosiologi, Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial, Departemen Antropologi dan Departemen Ilmu Hubungan Internasional.

    MM-CSR Universitas Trisakti bekerja sama dengan FISIP UI dalam hal pengajaran dan pegembangan beberapa ilmu, khususnya mata kuliah Social Impact Assesment. Ilmu ini merupakan suatu kajian mengenai kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat akibat adanya suatu kegiatan pembangunan di suatu wilayah. Assessment ini perlu dilakukan sebelum suatu proyek atau pembangunan dilaksanakan agar dampaknya—baik yang bersifat positif maupun negatif—dapat diperhitungkan sehingga bisa dilakukan antisipasi sejak awal. Tentunya, ilmu ini sangat penting jika dikaitkan dengan CSR.

    Kerja sama lainnya berbentuk sharing ilmu dan pengalaman di bidang CSR. Misalnya pada acara “Global CSR Trip 2014”. Pada acara ini puluhan mahasiswa Kyung Hee University dari Korea Selatan berkunjung ke FISIP UI, MM-CSR Universitas Trisakti berpartisipasi dengan mempresentasikan materi mengenai CSR konteks Indonesia dan CSR yang dilakukan perusahaan Korea di Indonesia. Kerja sama ini telah terjalin selama beberapa tahun.

  • Interlink Technology Pty Ltd berkantor pusat di Queensland, Australia, merupakan organisasi terkemuka di bidang pelatihan, konsultasi dan pengembangan. Selain di Australia, Interlink juga memiliki jaringan internasional dan klien di berbagai negara, terutama di Asia Tenggara. Di Indonesia, terdapat Interlink Technology Services Indonesia.

    Interlink sangat berpengalaman di bidang program dan project management. Pelatihan dan pendidikan yang dijalankan Interlink diantaranya meliputi pelatihan dan pendidikan project management practice bersertifikat, diploma of project management dan advance diploma of project management. Selain itu Interlink juga melakukan pelatihan di bidang frontline management bersertifikat, diploma of management dan advanced diploma of management.

    Program MM-CSR Universitas Trisakti bekerja sama dengan Interlink di bidang workshop dan pendidikan eksekutif. Sebagaimana diketahui, saat ini semakin tumbuh kesadaran pada perusahaan untuk meningkatkan kemampuan para eksekutifnya dalam mengelola perusahaan, termasuk dalam mengelola kegiatan yang berkaitan dengan manajeman risiko dan CSR. Kolaborasi antara Program MM-CSR Universitas Trisakti yang memiliki spesialisasi di bidang CSR dan Interlink yang banyak bergerak di bidang manajemen risiko diharapkan dapat mengisi kebutuhan perusahaan untuk meningkatkan profesionalisme para eksekutifnya.

  • British Council Indonesia merupakan organisasi dalam naungan pemerintah Inggris. Beraktivitas di Indonesia sejak 1948, British Council Indonesia adalah salah satu dari 191 British Council yang tersebar di 110 negara. Aktivitas organisasi ini meliputi sektor pendidikan dan hubungan budaya.

    Salah satu program yang dijalankan British Council adalah Skills for Social Entrepreneurs (SSE), yakni suatu program yang dijalankan untuk mendukung tumbuhnya social enterprise. Diluncurkan sejak 2009, SSE saat ini telah berjalan di Tiongkok, Kroasia, Georgia, Jepang, Malaysia, Myanmar, Filipina, Serbia, Korea Selatan, Thailand, Turki, Ukraina, Vietnam dan Indonesia.

    Di Indonesia program untuk mendukung social entrepreneur antara lain dilakukan melalui Community Entrepreneurs Challenge (CEC), sebuah kompetisi kewirausahaan berbasis komunitas. Kompetisi ini diselenggarakan oleh British Council dan Arthur Guinness Fund sejak tahun 2010 dan telah memasuki tahun keempat.

    Dalam penyelenggaraan kompetisi ini, British Council Indonesia berkerjasama dengan CECT/Program MM-CSR Universitas Trisakti. CECT/Program MM-CSR Universitas Trisakti berperan antara lain dalam mengidentifikasi dan menyeleksi wirausaha sosial dari berbagai wilayah Indonesia yang berpotensi untuk dikembangkan, termasuk melalui kunjungan langsung ke lokasi para social enterprise. CECT/Program MM-CSR juga berperan dalam meningkatkan kapasitas para wirausaha sosial.

    Selain itu, CECT/Program MM-CSR Universitas Trisakti juga membuat studi kasus kewirausahaan sosial berdasarkan hasil kunjungan lapangan dan proses seleksi terhadap para peserta Community Entrepreneurs Challenge. Hasil studi kasus ini menjadi masukan yang berharga untuk mengembangkan kewirausahaan di Indonesia.

  • The British Chamber of Commerce, Indonesia (BritCham) merupakan organisasi non-pemerintah yang mewakili Inggris di Indonesia. Organisasi ini juga menjadi anggota asosiasi Kamar Dagang Industri Indonesia (KADIN).

    BritCham mempunyai misi mempromosikan, mendorong dan membantu kelanjutan pertumbuhan investasi dan perdagangan antara Inggris dan Indonesia. Sedangkan tujuan utama BritCham adalah untuk mewakili kepentingan pelaku bisnis Inggris di Indonesia dalam kaitan dengan pemerintah dan pengambil keputusan lainnya. Memberikan informasi perkembangan ekonomi dan politik. Membantu perusahaan Inggris dan Indonesia, terutama perusahaan kecil dan menengah untuk mengembangkan pasar, serta mempromosikan kontribusi aktivitas pelaku bisnis Inggris terhadap pembangunan Indonesia.

    BritCham berupaya agar kepentingan hubungan bisnis antara Inggris dan Indonesia diperhatikan dalam penyusunan kebijakan dan peraturan yang berpengaruh terhadap perdagangan dan investasi. Organisasi ini telah mempublikasikan buku “Pedoman Bagi Pelaku Bisnis Inggris di Indonesia” guna membantu pelaku bisnis yang baru berinvestasi di Indonesia maupun yang telah lama beroperasi.

    Dalam rangka meningkatkan pemahaman mengenai bisnis di Indonesia, BritCham juga telah menerjemahkan buku “Indonesia Social Responsibility Review (ISSR)” – yang diterbitkan oleh CECT/Program MM-CSR Universitas Trisakti dalam bahasa Indonesia – ke dalam bahasa Inggris. ISRR dalam versi bahasa Inggris ini berjudul “Leadership in Organizational Social Responsibility, diterjemahkan dari ISRR berjudul “Kepemimpinan dalam Tanggung Jawab Sosial Organisasi”.

    Buku ini berisi tentang tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh perusahaan dan organisasi terkemuka di Indonesia yang dipaparkan langsung oleh para pemimpinnya. Diantaranya adalah Martha Tilaar (pendiri Martha Tilaar Group), Franciscus Welirang (Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk) dan Sofyan Wanandi (Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia). Kerja sama CECT/Program MM-CSR Universitas Trisakti dan BritCham dalam penerjemahan buku ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang bisnis di Indonesia.

  • Kiroyan Partners adalah perusahaan konsultan di bidang peningkatan reputasi perusahaan dan harmonisasi hubungan perusahaan dengan stakeholder. Didirikan pada tahun 2006, Kiroyan Partners melakukan pendekatan multi disiplin yang komprehensif terhadap beragam persoalan yang dihadapi perusahaan dalam masyarakat yang semakin kompleks. Perusahaan ini berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan, prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan CSR.

    Kerja sama Progam MM-CSR Universitas Trisakti dengan Kiroyan Partners antara lain dalam bentuk internship mahasiswa. Para mahasiswa MM-CSR mendapat kesempatan untuk magang selama dua hingga tiga bulan dalam suasana kerja tim Kiroyan Partners. Dalam proses internship ini mahasiswa dalam merasakan proses belajar dalam suasana kerja sesungguhnya.

    Selain itu, Program MM-CSR Universitas dan Kiroyan Partners juga bekerja sama dalam proses pengajaran beberapa mata kuliah. Diantaranya mata kuliah yang berkaitan dengan CSR dan sustainable development.

  • Yascita (Yayasan Cinta Alam) merupakan organisasi nirlaba yang bergerak di bidang lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya alam di Sulawesi Tenggara. Organisasi yang berdiri sejak 1998 ini berprinsip bahwa sumber daya alam harus dikelola secara lestari dan adil demi kesejahteraan rakyat.

    Untuk mewujudkan visi itu para pendiri Yascita mengusung empat misi utama, yaitu:

    • Mengembangkan pusat data sumber daya alam yang independen di Sulawesi.
    • Mengembangkan sistem perdagangan sumber daya alam yang adil dan berkelanjutan dengan masyarakat adat sebagai aktor utamanya.
    • Memfasilitasi perluasan partisipasi rakyat dalam proses pengambilan kebijakan di Sulawesi.
    • Menginisiasi dan/atau mengembangkan media-media massa dan/atau media-media komunitas yang mandiri dan independen di Sulawesi.

    Dilandasi oleh semangat idealisme itu Yascita mendirikan Radio Suara Alam, sebuah stasiun penyiaran di Kendari, pada tahun 1999. Yascita juga mendirikan Kendari TV pada 2003. Inilah stasiun tv yang memelopori siaran berbasis komunitas. Bahkan, Kendari TV mampu menjadi inisiator dan inspirator pendirian tv komunitas lainnya di beberapa daerah, seperti di Bengkulu (Sumatera), Pontianak (Kalimantan), Palu (Sulawesi Tengah), Buton (Sulawesi Tenggara) dan Papua.

    Yascita juga mengembangkan pengelolaan hutan jati secara lestari di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Pengelolaan hutan jati secara lestari yang berbasis masyarakat ini kemudian direplikasi di beberapa daerah, seperti di Kabupaten Kulon Progo (Yogyakarta), Lampung, Aceh dan Papua.

Review Tahunan

Review Tahunan

Struktur Organisasi

Struktur Organisasi

Profil Dosen