Programmes & Courses / MM-CSR / Regular Seminar / 09

BERSAMA MEMBANTU SESAMA / 09

Wednesday, 02 December 2015

Istilah crowdfunding di Indonesia baru dikenal beberapa tahun belakangan ini. Walaupun sudah mulai dipraktikan, bagi banyak orang istilah ini mungkin masih sangat asing.

Dalam pengertian sederhana, crowdfunding adalah praktik penggalangan dana (pengumpulan dana) dari sejumlah orang (investor) untuk mendanai suatu kegiatan. Kegiatan yang didanainya bisa saja untuk kepentingan sosial atau pengembangkan suatu temuan baru yang nantinya menjadi produk baru bersifat komersial. Jadi bisa dikatakan crowdfunding merupakan salah satu alternatif untuk penggalangan dana atau modal secara beramai-ramai.

Crowdfunding kini lebih dikenal sebagai salah satu alat untuk memobilisasi dana dengan tujuan sosial, yakni memfasilitasi penggalangan dana yang ditujukan untuk membantu orang lain. Inilah yang dilakukan oleh PT Kita Bisa Indonesia.

Dalam seminar reguler bertema “Crowdfunding” yang digelar Program MM-CSR Universitas Trisakti pada 2 Desember 2015 di Menara Batavia, Jl. K.H. Mas Mansyur, Jakarta, terungkap bahwa dengan semakin majunya teknologi internet, crowdfunding juga dapat berkembang cukup baik di Indonesia.  Contohnya www.kitabisa.com yang diluncurkan PT Kita Bisa Indonesia. “Website ini untuk berdonasi dan menggalang dana secara online dan transparan untuk berbagai kebutuhan,” ungkap Vikra Ijas, Chief Marketing Officer PT Kita Bisa Indonesia.

Menurut Vikra, yang menjadi pembicara pada seminar ini, www.kitabisa.com dapat digunakan oleh siapapun yang ingin menggalang dana untuk tujuan tertentu. Misalnya penggalangan dana untuk mewujudkan iniasiatif komunitas atau gagasan mahasiswa, bantuan bencana alam, hingga bantuan untuk pribadi yang membutuhkan.

Agar dana yang terkumpul dipergunakan sesuai dengan tujuannya, maka  Kita Bisa melakukan verifikasi pada  setiap pengguna yang menggalang dana. “Serta mewajibkan setiap penggalangan dana untuk memberikan laporan penggunaan dana kepada donatur.,” sambung Vikra.

Untuk setiap donasi yang terkumpul Kita Bisa mengenakan biaya administrasi sebesar 5%, kecuali untuk kategori darurat medis 2.5%. Sedangkan untuk bencana alam tidak dikenakan biaya (0%). Sebagai social enterprise Kita Bisa menggunakan fee ini untuk penunjang kebutuhan operasional.

Ke depan, crowdfunding dengan tujuan sosial tampaknya akan terus berkembang di Indonesia. Apa lagi bangsa Indonesia sebenarnya suka berderma. Ada keyakinan, sebenarnya banyak orang Indonesia yang ingin membantu orang lain, hanya kadang-kadang mereka tidak tahu bagaimana caranya. Crowdfunding dan internet akan mempermudah pertemuan antara mereka yang ingin membantu dan mereka yang membutuhkan.

 How Social Entrepreneurs make Money How Social Entrepreneurs make Money / 01

Leon Reiner, Founder & Managing Director dari Impact Hub Berlin, Jerman, hadir sebagai pembicara dalam Seminar Reguler yang diselenggarakan MMCSR Usakti dengan tema " How Social Entrepreneurs make Money", pada tanggal 23 Agustus 2017.

Read More
Investasi Sosial yang InovatifInvestasi Sosial yang Inovatif / 02

Agak berbeda dengan sebelumnya, seminar reguler yang digelar MM-CSR Universitas Trisakti di Menara Batavia, Jakarta, pada 3 Desember 2016 ini membahas materi tentang investasi sosial yang inovatif berkaitan dengan pengungsi dan pencari suaka politik. Paparan ini disampaikan oleh Nikola Borosch M. A dari University of Muenster, Jerman.

Read More
Manfaatkan Big DataManfaatkan Big Data / 03

Program MM-CSR Universitas Trisakti menampilkan Francesco Mazzeo Rinaldi dari University of Catania, Italia, pada seminar reguler yang digelar 21 September 2016 di Kampus MM-CSR Universitas Trisakti, Menara Batavia, Jakarta. Francesco adalah ahli di bidang sociobiology, qualitative social research dan quantitative social research.

Read More
Design Thinking for Social InnovationDesign Thinking for Social Innovation / 04

Program MM-CSR Universitas Trisakti kembali menggelar seminar reguler bertempat di Menara Batavia, Jakarta, pada 26 Agustus 2016. Kali Ini Bertema Design Thinking For Social Innovation dengan pembicara Anna Laesser, Co-Founder of Impact Hub Berlin, Jerman.

Read More
CSR dan Hak Asasi ManusiaCSR dan Hak Asasi Manusia / 05

Seminar Reguler yang digelar Program MM-CSR Universitas Trisakti pada 28 April 2016 di Menara Batavia, Jakarta, mendatangkan Radu Mares, seorang pembicara internasional dari Swedia. Ia seorang doktor di bidang hukum dari Fakultas Hukum Universitas Lund, Swedia. Saat ini Mares bekerja sebagai peneliti senior di Raoul Wallenberg Institute of Human Rights, Swedia, dengan spesialisasi di bidang bisnis dan hak asasi manusia (HAM). Mares telah melakukan penelitian-penelitian di bidang CSR dan hak asasi manusia dalam konteks UN Guiding Principles.

Read More
LEADERSHIP IN CRISISLEADERSHIP IN CRISIS / 06

Pada Seminar Reguler 13 April 2016 Program MM-CSR Universitas Trisakti mendatangkan Elia Massa Manik, SEVP (Senior Executive Vice President) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dalam seminar bertema “Leadership in Crisis". Tema yang sangat tepat untuk seminar reguler kali ini. Maklum, Elia Massa Manik telah berpengalaman memimpin banyak perusahaan dalam melewati masa krisis dan membawa perusahaan tersebut menjadi perusahaan besar dan tangguh.

Read More
Berkolaborasi untuk KeberlanjutanBerkolaborasi untuk Keberlanjutan / 07

Pada tahun 2016 ini dunia menghadapi berbagai risiko yang jika tidak tertangani dengan baik dapat menjadi ancaman secara global. Mulai dari risiko kegagalan dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, ketidakmampuan menanggulangi krisis air, meningkatnya kerusakan sumber daya alam, berubahnya harga energi secara tiba-tiba, bertambahnya perlombaan sejata, hingga risiko meluasnya konflik regional.

Read More
CSR UNTUK MENCEGAH KORUPSICSR UNTUK MENCEGAH KORUPSI / 08

Suasana Seminar Reguler yang digelar Program MM-CSR Universitas Trisakti malam itu agak berbeda dari sebelumnya. Maklum, tema yang dipilih cukup “panas” untuk saat ini, yakni masalah korupsi. Pembicara pada seminar yang digelar 30 Maret 2016 ini adalah Yuyuk Andriati Iskak, akrab disapa dengan nama Yeye, Pelaksana Harian Kepala Biro Humas Komite Pemberantasan Korupsi (KPK). Sedangkan materi yang dipilih Yeye bertema."Anti Corruption as Part of CSR".

Read More
Sukses CSR Pertamina EP Sukses CSR Pertamina EP / 10

Program MM-CSR Universitas Trisakti kembali menggelar Seminar Reguler CSR di Kampus Menara Batavia, Jakarta, pada 3 Juni 2015. Tampil sebagai pembicara utama pada seminar yang merupakan sharing pengalaman dalam menjalankan CSR ini adalah Public Relation Manager PT Pertamina EP Muhammad Baron, dan Asisstant Manager Field Lirik PT Pertamina EP Ahmad Jabbar. Lebih dari 30 mahasiswa MM-CSR hadir pada seminar ini.

Read More