Programmes & Courses / MM-CSR / Regular Seminar / 06

LEADERSHIP IN CRISIS / 06

Wednesday, 13 April 2016

Pada Seminar Reguler 13 April 2016 Program MM-CSR Universitas Trisakti mendatangkan Elia Massa Manik, SEVP (Senior Executive Vice President) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dalam seminar bertema “Leadership in Crisis". Tema yang sangat tepat untuk seminar reguler kali ini. Maklum, Elia Massa Manik telah berpengalaman memimpin banyak perusahaan dalam melewati masa krisis dan membawa perusahaan tersebut menjadi perusahaan besar dan tangguh. 

Contohnya, ia berhasil membawa PT Elnusa Tbk menjadi perusahaan yang disegani di bidang energy services di Indonesia saat menjadi president director/chief executive officer pada 2011- 2014. Di bawah komandonya, Elnusa mampu bersaing dengan berbagai perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia. Pada 2010-2011, sebagai president director/chief executive officer ia juga berhasil membenahi PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia. 

Ia pun pernah berkarir di beberapa perusahaan lainnya. Diantaranya PT Benakat Oil Company, PT Nura Kapital, PT Darma Henwa Tbk, PT Jababeka Tbk, PT Kiani Kertas, Ondeo Degremont (SUEZ Group, France), PT Traya dan PT Indofood Sukses Makmur.

Menurut Elia Massa Manik, pemimpin perusahaan perlu memiliki kemampuan dalam menangani krisis yang dihadapi perusahaan. Pemimpin perusahaan perlu menyadari bahwa anjloknya kinerja perusahaan dapat mengakibatkan bertambahnya utang, menurunnya nilai aset, dan berkurangnya kemampuan perusahaan membayar kewajiban. 

Dalam memimpin perusahaan, seorang pemimpin perlu memperhatikan beberapa faktor mendasar berkaitang dengan kondisi perusahaan. “Diantaranya aliran pendapatan dan struktur biaya, bisnis model, struktur keuangan, intervensi dan budaya perusahaan,” papar Elia Massa Manik.  

Budaya perusahaan merupakan salah satu faktor yang perlu menjadi perhatian pemimpin perusahaan. Soalnya, budaya perusahaan akan memengaruhi kinerja perusahaan. 

Pemimpin perusahaan perlu mengenali tantangan dalam budaya perusahaan, terutama yang berdampak negatif. Misalnya, anggapan bahwa pemimpin adalah raja sehingga seluruh yang dikatakannya harus dianggap benar dan menimbulkan rasa takut pada karyawan. Budaya saling menyalahkan di antara karyawan, sombong, dan suka bergosip. Selain itu, manajemen yang tertutup, perasaan ewuh-pakewuh, pengelompokan berdasarkan “golongan” dan berada pada “zona nyaman”, juga bisa menjadi budaya negatif dalam perusahaan. 

Alumnus Master Business Management dari Asian Institute of Management, Makati, Filipina, ini menegaskan bahwa pemimpin harus mampu menghadapi beragam tantangan. Termasuk tantangan yang perlu dihadapi dalam kondisi krisis.

Tantangan yang perlu dihadapi pemimpin diantaranya harus bisa mencari jalan untuk menyelesaikan masalah. Pemimpin harus bisa membuat keputusan dalam kondisi apapun dan mengelola stres dengan baik. “Selain itu, pemimpin harus mampu bertindak tegas serta memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik,” ujar Elia Massa Manik.

 How Social Entrepreneurs make Money How Social Entrepreneurs make Money / 01

Leon Reiner, Founder & Managing Director dari Impact Hub Berlin, Jerman, hadir sebagai pembicara dalam Seminar Reguler yang diselenggarakan MMCSR Usakti dengan tema " How Social Entrepreneurs make Money", pada tanggal 23 Agustus 2017.

Read More
Investasi Sosial yang InovatifInvestasi Sosial yang Inovatif / 02

Agak berbeda dengan sebelumnya, seminar reguler yang digelar MM-CSR Universitas Trisakti di Menara Batavia, Jakarta, pada 3 Desember 2016 ini membahas materi tentang investasi sosial yang inovatif berkaitan dengan pengungsi dan pencari suaka politik. Paparan ini disampaikan oleh Nikola Borosch M. A dari University of Muenster, Jerman.

Read More
Manfaatkan Big DataManfaatkan Big Data / 03

Program MM-CSR Universitas Trisakti menampilkan Francesco Mazzeo Rinaldi dari University of Catania, Italia, pada seminar reguler yang digelar 21 September 2016 di Kampus MM-CSR Universitas Trisakti, Menara Batavia, Jakarta. Francesco adalah ahli di bidang sociobiology, qualitative social research dan quantitative social research.

Read More
Design Thinking for Social InnovationDesign Thinking for Social Innovation / 04

Program MM-CSR Universitas Trisakti kembali menggelar seminar reguler bertempat di Menara Batavia, Jakarta, pada 26 Agustus 2016. Kali Ini Bertema Design Thinking For Social Innovation dengan pembicara Anna Laesser, Co-Founder of Impact Hub Berlin, Jerman.

Read More
CSR dan Hak Asasi ManusiaCSR dan Hak Asasi Manusia / 05

Seminar Reguler yang digelar Program MM-CSR Universitas Trisakti pada 28 April 2016 di Menara Batavia, Jakarta, mendatangkan Radu Mares, seorang pembicara internasional dari Swedia. Ia seorang doktor di bidang hukum dari Fakultas Hukum Universitas Lund, Swedia. Saat ini Mares bekerja sebagai peneliti senior di Raoul Wallenberg Institute of Human Rights, Swedia, dengan spesialisasi di bidang bisnis dan hak asasi manusia (HAM). Mares telah melakukan penelitian-penelitian di bidang CSR dan hak asasi manusia dalam konteks UN Guiding Principles.

Read More
Berkolaborasi untuk KeberlanjutanBerkolaborasi untuk Keberlanjutan / 07

Pada tahun 2016 ini dunia menghadapi berbagai risiko yang jika tidak tertangani dengan baik dapat menjadi ancaman secara global. Mulai dari risiko kegagalan dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, ketidakmampuan menanggulangi krisis air, meningkatnya kerusakan sumber daya alam, berubahnya harga energi secara tiba-tiba, bertambahnya perlombaan sejata, hingga risiko meluasnya konflik regional.

Read More
CSR UNTUK MENCEGAH KORUPSICSR UNTUK MENCEGAH KORUPSI / 08

Suasana Seminar Reguler yang digelar Program MM-CSR Universitas Trisakti malam itu agak berbeda dari sebelumnya. Maklum, tema yang dipilih cukup “panas” untuk saat ini, yakni masalah korupsi. Pembicara pada seminar yang digelar 30 Maret 2016 ini adalah Yuyuk Andriati Iskak, akrab disapa dengan nama Yeye, Pelaksana Harian Kepala Biro Humas Komite Pemberantasan Korupsi (KPK). Sedangkan materi yang dipilih Yeye bertema."Anti Corruption as Part of CSR".

Read More
BERSAMA MEMBANTU SESAMABERSAMA MEMBANTU SESAMA / 09

Istilah crowdfunding di Indonesia baru dikenal beberapa tahun belakangan ini. Walaupun sudah mulai dipraktikan, bagi banyak orang istilah ini mungkin masih sangat asing.

Read More
Sukses CSR Pertamina EP Sukses CSR Pertamina EP / 10

Program MM-CSR Universitas Trisakti kembali menggelar Seminar Reguler CSR di Kampus Menara Batavia, Jakarta, pada 3 Juni 2015. Tampil sebagai pembicara utama pada seminar yang merupakan sharing pengalaman dalam menjalankan CSR ini adalah Public Relation Manager PT Pertamina EP Muhammad Baron, dan Asisstant Manager Field Lirik PT Pertamina EP Ahmad Jabbar. Lebih dari 30 mahasiswa MM-CSR hadir pada seminar ini.

Read More