Resources / Articles / MEMBANGUN KOMUNITAS UNTUK MENCIPTAKAN DAMPAK KEBERLANJUTAN / 08

MEMBANGUN KOMUNITAS UNTUK MENCIPTAKAN DAMPAK KEBERLANJUTAN / 08

Monday, 21 November 2016, Dr. Maria R. Nindita Radyati - Majalah Real Estate Indonesia, November 2016

Banyak perusahaan berpartisipasi dalam pembangunan fasum: fasilitas yang diadakan untuk kepentingan umum (jalan, tempat sampah, alat penerangan umum, jaringan listrik, banjir kanal, trotoar, dll) dan fasos fasilitas yang diadakan oleh pemerintah atau pihak swasta yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum dalam lingkungan pemukiman (puskesmas, tempat ibadah, pasar, tempat rekreasi, taman bermain (RPTRA), tempat olahraga, ruang serbaguna, dll).

Ketika fasilitas tersebut selesai dibangun dan digunakan masyarakat, banyak kejadian dimana ada pengunjung yang mencuri atau merusak sarana dan prasarana, menginjak-injak tanaman, membuang sampah sembarangan,dengan kata lain tidak punya rasa memiliki sehingga tidak punya niat untuk turut memellhara keindahannya, terutama mereka merasa sudah ada petugas yang memelihara. Sungguh disayangkan dana, waktu dan upaya yang telah banyak dikeruarkan oleh perusahaan dan pemerintah untuk membangun ternyata tidak dapat menjadi legacy yang dampak positifnya bertahan lama.

Perusahaan sebenarnya melalui CSR dapat juga 'membangun manusia', tidak hanya melakukan pembangunan fisik. Tujuan pembangunan manusia adalah mengedukasi mereka agar menjadi warga negara yang bertanggung jawab (citizen socially responsible) dalam menggunakan fasum dan fasos. Sangat penting membentuk kelompok masyarakat yang akan
melaksanakan pemeliharaan dan pengawasan atas penggunaan fasum atau fasos yang ada. Jadi masyarakat perlu diedukasi dan didampingi agar menjadi mandiri dan melaksanakan swakelola.

Caranya dapat dimulai dengan penyuluhan kepada masyarakat yang tinggal disekitar fasum dan fasos tersebut tentang pentingnya memilihara sarana atau prasarana dan kebersihan meski petugas sudah ada. Masyarakat perlu dibuat sadar-memahami-meyakini-bertindak, yakni sadar bahwa memilihara kebersihan dan sarana prasarana adalah bagian dari iman, karena telah diberi anugerah yang diperoleh cuma-cuma.

Selanjutny perlu diberi pemahaman tentang bagaimana menjadi citizen atau warga yang bertanggung jawab sosial dengan melakukan pengawasan dan pemiliharaan bersama-sama. Perlu diberi pelatihan dan pendampingan bagaimana tata kelola organiasi yang terdiri dari membentuk kelompok, memilih pengurus kelompok, menentukan tugas dan tanggungjawab masing-masing anggota pengurus, menentukan iuran pemeliharaan, pencatatannya, pertanggungjawabannya, dll. Selanjutnya masyarakat anggota kelompok perlu diyakinkan bahwa pengeloIaan dengan cara kelompok dapat lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan petugas RPTRA, misalnya. Setelah masyarakat mengerti cara 'menjalankan' kelompok, mempunyai keterampilan yang cukup, maka mereka dapat segera menerapkan ilmu yang diperoleh dari pelatihan dan pendampingan yang telah diseleng-garakan perusahaan melalui CSR.

Saran terakhir adalah mencari mitra setempat dalam melaksanakan ini, misalnya dapat mengajak guru-guru atau pihak lain yang dianggap kompeten. Jika tingkat pendidikan di level nasional, dapat menggunakan strategi kampanye dengan mengajak perusahaan di industri media untuk mempromosikan ajakan swakelola ini di media yang dimiliki sebagai bagian dari CSR perusahaan media tersebut, dan dapat juga mengajak Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan agar menjadi program nasional. Jadi CSR untuk fasum dan fasos tidak hanya untuk membangun fisik akan tetapi perlu sekali membangun manusia yang akan menggunakannya sehingga dapat tercipta dampak yang berkelanjutan.

EXIT STRATEGY UNTUK DAMPAK BERKELANJUTAN / 01— Wednesday, 12 July 2017, Dr. Maria R. Nindita Radyati - Majalah Real Estate Indonesia, Juli 2017

Suatu program disebut sebagai "Program Exit" adalah jika seluruh kegiatan dalam program tersebut telah selesai dan semua sumberdaya ditarik dari area pelaksanaan program (Rogers dan Macias, 2004). Sedangkan Exit Strategy atau Strategi Exit dari suatu program adalah perencanaan yang dibuat untuk memastikan bahwa meski kegiatan telah berhenti, pencapaian tujuan tidak terganggu dan kelanjutan kegiatan tetap dapat berlangsung, serta dampak positif yang diciptakan bertahan keberlanjutannya. Read More

EVALUASI KEGIATAN CSR / 02— Tuesday, 06 June 2017, Dr. Maria R. Nindita Radyati - Majalah Real Estate Indonesia, Juni 2017

Banyak perusahaan tidak mempunyai waktu untuk melakukan evaluasi atas kegiatan CSR yang telah dilakukan, oleh sebab itu dalam artikel ini akan diberikan tips singkat tentang bagaimana melakukan evaluasi atas keberhasilan/kegagalan pelaksanaan CSR. Read More

CSR REAKTIF DAN PROAKTIF / 03— Tuesday, 16 May 2017, Dr. Maria R. Nindita Radyati - Majalah Real Estate Indonesia, Mei 2017

UNTUK DEPARTEMEN YANG MAMPU MENGURANGI ENERGI DENGAN PRESTASI TERBAIK, MAKA SELURUH KARYAWAN DI DEPARTEMEN TERSEBUT MENDAPATKAN BONUS DI AKHIR TAHUN. KARYAWAN JUGA DAPAT DILIBATKAN DALAM KEGIATAN CSR LAINNYA, SEHINGGA SELURUH PIHAK TERLIBAT DAN MEMPUNYAI KOMITMEN. Read More

TIPS SERAHTERIMA PROYEK CSR / 04— Thursday, 20 April 2017, Dr. Maria R. Nindita Radyati - Majalah Real Estate Indonesia, April 2017

Banyak perusahaan mempunyai niat baik dengan membuatkan komunitas fasilitas publik, seperti renovasi atau membangunkan sekolah, tempat ibadah, toilet umum, puskesmas, penampungan air, ruang pertemuan, dll. Oleh karena niat baik mereka, maka peru\sahaan berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat, sehingga memilih bahan material yang terbaik untuk fasilitas yang dibangun.Tujuan utamanya tentu agar fasilitas awet tahan lama dan tidak mudah rusak. Sehingga peninggalan perusahaan dapat dirasakan dan bermanfaat dalam waktu yang cukup lama. Tentunya setelah proyek selesai, perusahaan ingin segera melakukan serah terima (handover) kepada para penerima manfaat (beneficiaries). Read More

SUSTAINABLE PROJECT MANAGEMENT / 05— Tuesday, 21 March 2017, Dr. Maria R. Nindita Radyati - Majalah Real Estate Indonesia, Maret 2017

Semua pihak yang bekerja di industri properti pasti familiar dengan peran Manajemen Proyek (Project Management) dan mungkin juga pernah mendengar tentang Green Project Management. Dalam konteks Sustainability (Keberlanjutan), ada konsep Sustainable Project Management. Konsep ini menekankan bahwa manajemen proyek, khususnya bidang konstruksi, dapat turut berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Read More

STRATEGI PELIBATAN Pemangku-Kepentingan / 06— Friday, 20 January 2017, Dr. Maria R. Nindita Radyati - Majalah Real Estate Indonesia, Januari 2017

Semua perusahaan mempunyai pemangku-kepentingan, baik yang berada di dalam maupun di luar organisasi. Pemangku-kepentingan di dalam perusahaan adalah para karyawan, sedangkan yang di luar terdiri dari para pemasok atau vendor, konsumen, pemerintah daerah dan pusat, komunitas setempat, maupun masyarakat umum. Read More